Publik sempat heboh dengan klaim bahwa ada Rp425 triliun uang “nganggur” di Bank Indonesia yang dituding jadi penyebab pengangguran tinggi. Kedengarannya meyakinkan, tapi ternyata… salah alamat.
Faktanya, data resmi OJK (Januari 2025) menunjukkan angka yang jauh lebih besar: undisbursed loan mencapai Rp2.348,9 triliun.
The Playbook: Strategi Bisnis Konglomerat yang Tak Diajarkan di Sekolah Formal
Artinya, kredit yang sudah disetujui bank tapi belum ditarik oleh nasabah—alias nganggur—jumlahnya lebih dari lima kali lipat klaim tadi. Hingga kuartal I-2025, angkanya stabil di kisaran Rp2,33–2,35 kuadriliun.
Jadi, Apa Itu Undisbursed Loan?
Sederhananya, bank sudah bilang “oke, kreditmu disetujui,” tapi si perusahaan atau nasabah belum ambil uangnya. Kenapa? Biasanya karena mereka menunda ekspansi bisnis.

Kenapa Bisa Nganggur?
Padahal bank sehat, kok uangnya nggak dipakai?
- Likuiditas aman: rasio AL/DPK dan AL/NCD di atas ambang.
- LDR normal: penyaluran kredit dalam batas wajar.
- Kredit tumbuh: Juli 2025 masih naik 7% yoy.
Namun, undisbursed loan justru tumbuh lebih cepat: 9,5% yoy. Artinya, perusahaan dapat kredit, tapi menahan diri untuk tarik dana. Penyebabnya: 1) Permintaan global melemah, 2) Daya beli domestik lagi kempes, atau 3) Kontrak bisnis penuh ketidakpastian.
Start Small, Scale Big: Strategi Praktis Membangun Startup Tanpa Drama
Finance
Berita Olahraga
Lowongan Kerja
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Berita Politik
Resep Masakan
Pendidikan

